Kelas Maya

alat peraga pendidikan berbasis stem

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mengikuti berita yang cukup sering muncul di dunia maya, menceritakan tentang rapat-rapat koordinasi di Kantor Gubernur DKI Jakarta, yang direkam kemudian diunggah ke YouTube oleh Gubernur DKI Jakarta Periode 2014 – 2017, Bpk. Basuki Tjahaya Purnama (dikenal luas dengan sebutan Pak Ahok). Kebijakan terobosan ini merupakan hal yang revolusioner, mungkin belum pernah terjadi di lingkungan institusi pemerintah pada masa-masa sebelumnya.

Di bidang pelayanan publik, hal ini tentu merupakan sebuah bentuk pengejawantahan dari apa yang disebut sebagai transparansi. Sehingga rakyat DKI Jakarta dapat mengetahui dan mengawal program-program apa yang sudah, sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Hal seperti ini dapat pula kita terapkan dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kenapa tidak ? Mungkin kita pernah mengetahui apa yang dinamakan dengan kelas jarak jauh dimana dosen yang berada jauh di lokasi terpisah dapat memberikan kuliah kepada para mahasiswanya di kampus dengan menggunakan metode video conference.

Pernahkah Anda mengunjungi Rumah Belajar ? Situs yang dikelola oleh Kemendikbud ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Siswa dimana pun berada di seluruh pelosok negeri yang memiliki akses ke internet dapat belajar kapan pun, dan situs tersebut dapat diakses dengan Gratis. Ada beragam konten digital edukasi hingga bank soal, namun masih terbatas dan ada beberapa konten yang tidak dapat diakses atau mungkin belum 100% rampung dikerjakan, namun ini merupakan suatu langkah yang positif. Semoga situs ini tetap dikelola dengan baik dan dikembangkan, sehingga ke depannya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi generasi penerus bangsa.

Terkait dengan artikel ini, ada salah satu fasilitas di Rumah Belajar yang menggunakan teknologi video conference, yakni Kelas Maya. Sesuai keterangan dari pusat bantuan Rumah Belajar, Kelas Maya merupakan sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran online (daring) antara siswa dan guru kapan saja dan di mana saja. Para siswa calon peserta Kelas Maya harus mendaftar dulu untuk dapat mengaksesnya. Berdasarkan Statistik Kelas Maya, saat artikel ini ditulis, terdapat 5125 penyelenggara, 13767 kelas dibuat, 14180 guru aktif dan 73206 siswa aktif. Sebagian besar penyelenggaranya adalah sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga yang dikelola oleh pemerintah.

Bagi sekolah swasta penggunaan teknologi video conference untuk membentuk Kelas Maya juga bisa dilaksanakan. Ini dapat menjadi suatu nilai tambah (added value) tersendiri bagi sekolah dalam rangka memberikan pelayanan kepada siswa-siswinya, yang mungkin karena suatu sebab berhalangan hadir pada saat kegiatan belajar-mengajar di kelasnya terlaksana. Penyelenggaraan Kelas Maya dapat dilakukan secara langsung (live streaming) yang sekaligus dapat pula direkam (recording) sehingga siswa/i dapat mengaksesnya kapan pun. Ini dapat membantu siswa/i tersebut agar tidak tertinggal dalam mengikuti setiap aktivitas kelas yang diselenggarakan oleh sekolah.

Berikut ini adalah video salah satu contoh Kelas Maya yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 5 Magelang :

Terlihat pada contoh video tersebut, sebagian siswa berada di dalam kelas, dan sebagian siswa lagi berada di luar kelas, pada saat penyelenggaraan proses belajar-mengajar berlangsung.

Seluruh siswa/i baik yang berada di dalam kelas maupun yang sedang berada di luar kelas dapat mengikuti semua aktivitas belajar-mengajar : mencermati materi yang disampaikan oleh guru, mengerjakan tugas atau contoh-contoh soal yang diberikan guru, saling berkomunikasi menggunakan fasilitas instant communicationmembentuk kelompok belajar dan mendiskusikan suatu kasus, melaksanakan ujian kelas, hingga melihat hasilnya (report) segera pada saat itu juga. Seluruh proses ini dapat dilaksanakan secara langsung (live streaming video) dan rekaman (recording) yang  diupload ke channel YouTube atau channel video broadcast milik sekolah, maupun disimpan ke cloud database sekolah. Siswa/i yang tidak dapat mengikuti sesi Kelas Maya sekalipun atau bagi mereka yang ingin mengulangi kembali proses belajar-mengajar  tersebut dapat mengunduhnya kapan pun dan di mana pun. Proses seperti ini dapat membantu siswa/i agar tidak tertinggal dalam menyelesaikan kurikulumnya.

Dengan kombinasi penggunaan berbagai perangkat : hardware,  software maupun brainware, suatu model lingkungan pembelajaran masa depan ini dapat diselenggarakan.

Brainware

  1. Guru berperan sebagai leader di Kelas Maya, yang memiliki kemampuan untuk menggunakan IT : komputer / laptop / tablet, smartphones atau perangkat IT lainnya, memiliki kreativitas dalam menyiapkan konten digital sebagai bahan ajar.
  2. Administrator atau Asisten Guru atau Laboran yang membantu Guru dalam melaksanakan tugasnya, memahami kerja learning management system, menyiapkan segala keperluan proses belajar-mengajar : peralatan peraga, kamera video  / handycam, dan sebagainya.
  3. Siswa/i sebagai pengguna akhir, yang dapat menggunakan komputer, tablet, internet dan software aplikasi.

Ketiga elemen ini dapat saling berinteraksi pada saat suatu Kelas Maya berlangsung.

Hardware

  1. Kamera Digital, Handycam, ataupun smartphone untuk merekam jalannya proses belajar-mengajar di Kelas Maya
  2. Perangkat Mini HD Max Video Streaming & Recording untuk menghasilkan video dengan kualitas Full HD dan diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen Kelas (Learning Management System), untuk selanjutnya disiarkan / broadcasting secara langsung (live streaming) maupun file hasil rekamannya disimpan ke dalam cloud database sekolah.
  3. Komputer PC, Laptop, Smartphone sebagai komponen yang penting dalam penyelenggaraan Kelas Maya. Penggunaan Tablet juga menjadi marak akhir-akhir ini atas pertimbangan portabilitas, ekonomis dari segi biaya pengadaannya, penghematan biaya listrik, maintenance yang relatif lebih murah (lihat juga: MOBULE EduTab Classroom)
  4. Alat peraga dan peralatan laboratorium lainnya, seperti : Kit Elektronika, Kit Sensor, Kit Robotika, Kit Sains, dan sebagainya.

Software

  1. Sistem Operasi baik itu Linux, MS Windows maupun Android. Dapatkan CD Key Original untuk software seperti MS Windows 8, MS Windows 10, MS Office dan sebagainya di www.scdkey.com. Setelah membuka websitenya, lanjutkan dengan menelusuri software yang Anda cari, tersedia berbagai diskon yang menarik.
  2. Mobule EduTab Classroom, sebagai software learning management system, yang akan mengatur jalannya Kelas Maya, mulai dari mendata kehadiran siswa, menyampaikan materi ajar dalam bentuk konten digital, mengakses internet dan membatasinya, melaksanakan diskusi maya, melaksanakan quiz dan ujian, hingga melihat berbagai laporan pelaksanaan Kelas Maya, dan menyimpan filenya ke dalam cloud database sekolah atau menyiarkannya secara langsung (live streaming).
  3. Movavi Screen Recorder, sebagai salah satu tool software yang dapat merekam apapun yang ada di layar laptop atau komputer ke dalam file format gambar atau video. Dapat membantu guru berkreasi membuat konten digital sebagai materi ajar  yang selanjutnya disampaikan kepada siswa/i pada saat Kelas Maya berlangsung.
  4. Aplikasi Konten Digital, baik itu yang dibuat sendiri, mengunduh dari internet, maupun membeli dari penyedia konten digital, seperti : Aplikasi Simulasi Digital Interaktif untuk Matematika dan Sains yang dapat diakses secara Gratis di PHET yang dikelola oleh Universitas Colorado. Atau Aplikasi Jelajah Angkasa yang juga dapat diakses secara Gratis di World Wide Telescope. Atau bahkan game-game yang bertemakan edukasi, seperti Car Mechanic Simulator 2018 yang dapat dibeli di www.scdkey.com, Atau berbagai Buku Digital (e-book) yang dapat dibeli di PesonaEdu Store atau di sini, dan sebagainya.
Seluruh elemen-elemen tersebut disatukan untuk menciptakan sebuah Sistem Pembelajaran Berbasis Digital Interaktif yang kuat, efisien, efektif dan menarik minat siswa/i untuk belajar dan mempertahankan fokusnya pada pelajaran yang sedang mereka terima. Kelas Maya merupakan lingkungan kegiatan belajar-mengajar masa depan yang saat ini sedang trend dilaksanakan oleh berbagai sekolah.

Mari kita beralih menjadi lebih baik dan menguatkan pendidikan serta kebudayaan guna mempersiapkan generasi emas Bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan di masa depan !

Leave a Reply