Media Pembelajaran Berbasis Digital Interaktif Untuk Sekolah

Buku Konvensional akan diganti oleh Buku Digital (e-book) dan Perangkat Lunak (Software) Edukasi

Hadirnya teknologi digital, multimedia dan internet yang didukung oleh perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang semakin mudah didapat dan biaya terjangkau, apabila diterapkan pada Sistem Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah, terutama dalam sistem Pendidikan Berbasis STEM akan memberikan pengaruh yang besar dari sisi kemudahan, kecepatan, penghematan biaya, peningkatan minat membaca, dan seterusnya.

Buku Konvensional akan diganti oleh Buku Digital (e-book) dan Perangkat Lunak (software) Edukasi, ini adalah penghematan yang luar biasa dari ongkos cetak buku konvensional, tinta dan kertas.

Materi-materi pembelajaran apabila dibuat dalam bentuk Buku Digital Interaktif dan Perangkat Lunak (software) Edukasi diharapkan dapat meningkatkan minat anak didik untuk belajar. Dengan meningkatnya minat belajar, maka anak didik dapat fokus menerima konsep-konsep pengetahuan yang diajarkan oleh guru / pendidik dengan mudah dan cepat. Konsep-konsep yang bersifat abstrak dapat disimulasikan dan ditampilkan “wujudnya” sehingga siswa dapat memahaminya secara lebih mendalam.

Selanjutnya para guru / pendidik dituntut agar dapat menyesuaikan dengan trend masa kini – Era Digital. Para guru diharapkan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan komputer, tablet, smartphone dan perangkat digital multimedia lainnya serta memanfaatkannya pada Kegiatan Belajar Mengajar di kelas.

Universitas Colorado dalam proyeknya yang bernama PhET Interactive Simulation yang didirikan oleh Penerima Hadiah Nobel (Nobel Laureate), Carl Wieman, seorang Fisikawan dari Amerika Serikat, telah membuat dan mengembangkan simulasi interaktif materi-materi ajar yang terdapat pada disipilin ilmu matematika dan sains. PhET Sims dirancang berdasarkan hasil penelitian yang diselenggarakan oleh Tim R&D PhET dengan pendekatan konsep intuitif dan permainan (game-like) dimana siswa dapat belajar melalui eksplorasi.

Dan hebatnya lagi, ini semua dapat digunakan gratis oleh siapa saja.

Berikut adalah salah satu contoh simulasi materi gaya dan gerak yang kita temui di tingkat sekolah menengah atas.

Metode Simulasi membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang abstrak.

Penyampaian materi, tugas-tugas dan ujian dapat dilaksanakan dalam suatu sistem manajemen kelas (Learning Management System).

Pemanfaatan game dalam kegiatan belajar-mengajar, umumnya game-game dalam kategori edukasi (education games), seperti : Car Mechanic Simulator (dapat digunakan di SMK jurusan otomotif), Cities Skylines (perencanaan tata kota), Farming Simulator (simulasi pertanian / perkebunan), Capitalism 2 (ekonomi), hingga TacOps4 (untuk para perwira militer), dan sebagainya.

Berikut contoh game Car Mechanic Simulator.

Games-games tersebut merupakan salah satu variasi media yang dapat memberikan konsep-konsep pengetahuan dengan pengalaman yang rileks dan menyenangkan bagi siswa, dan tentunya harus dalam batas-batas yang wajar dalam penggunaannya.

Mari kita menuju ke arah yang lebih baik !

Leave a Reply